PALEMBANG, PALEMBANG NEWS || Ketua Umum PSHT, Dr. Ir. Muhammad Taufiq, S.H., M.Sc., di wakili ketua bidang Organisasi PSHT Agus Susilo di dampingi mas Ratno dan mas Agus Bagio menunjukkan komitmen nyata dalam menjaga stabilitas dan kerukunan antarorganisasi pencak silat melalui langkah-langkah diplomasi kebudayaan yang inklusif.
Sebagai pimpinan tertinggi dari salah satu organisasi pencak silat terbesar di dunia, langkah Muhammad Taufiq sering kali menjadi tolok ukur bagi iklim kondusif di akar rumput, khususnya di wilayah Sumatra selatan yang dikenal sebagai salah satu pusat perkembangan silat di Indonesia.

Kunjungan Silaturahmi ke Padepokan IPSI borang
Pada Sabtu, 30 mei 2026, sebuah momentum penting terjadi ketika Rombongan ketua organisasi PB PSHT Pusat melakukan kunjungan resmi ke Padepokan IPSI Borang di kota palembang. Kunjungan yang bertempat di Jalan sematang borang ini, bukan sekadar pertemuan formalitas, melainkan sebuah simbol penguatan persaudaraan antarinsan silat.
kehadiran rombongan pengurus pusat PSHT disambut langsung oleh Bapak Pengasuh Padepokan IPSI Borang Drs Darlis dan Edi Hartawan dalam suasana yang penuh keakraban. Pertemuan ini menegaskan bahwa perbedaan wadah organisasi bukanlah penghalang untuk menjalin komunikasi yang konstruktif.
laporan kegiatan di lapangan, pertemuan tersebut mencerminkan nilai-nilai luhur pencak silat yang mengutamakan budi pekerti dan penghormatan terhadap sesama.
Salah satu poin menarik dalam kunjungan tersebut adalah Setiap tamu yang hadir, termasuk rombongan PB PSHT pusat, disambut dengan prinsip ketulusan. Filosofi ini selaras dengan semangat yang dibawa oleh Muhammad Taufiq dalam memimpin PSHT, yakni mengedepankan persaudaraan yang melampaui batas-batas organisasi. Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap elemen pencak silat Palembang dan sekitarnya dapat terus bersinergi dalam menjaga kelestarian budaya bangsa.
Profil dan Rekam Jejak Dr. Ir. Muhammad Taufiq
Untuk memahami urgensi dari gerakan silaturahmi ini, perlu ditinjau profil dari Dr. Ir. Muhammad Taufiq, S.H., M.Sc. Beliau merupakan sosok akademisi sekaligus praktisi hukum yang membawa pendekatan manajerial modern ke dalam organisasi PSHT. Sebagai tokoh yang memiliki latar belakang pendidikan multidisiplin, Taufiq sering menekankan pentingnya legalitas dan kepatuhan organisasi terhadap hukum yang berlaku di Indonesia.
Berdasarkan referensi dari struktur organisasi pusat, kepemimpinan Taufiq fokus pada tiga pilar utama:
- Penguatan Organisasi: Memastikan administrasi dan legalitas cabang di seluruh Indonesia tetap solid.
- Pelestarian Ajaran: Menjaga kemurnian ajaran “Setia Hati” agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman.
- Harmonisasi Sosial: Aktif membangun komunikasi dengan instansi pemerintah, TNI/Polri, serta perguruan silat lainnya
Pentingnya Harmoni Pencak Silat bagi Stabilitas Nasional
Pencak silat telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda. Oleh karena itu, tanggung jawab seorang Ketua Umum PSHT tidak hanya terbatas pada internal anggota, tetapi juga pada citra bela diri Indonesia di mata internasional. Konflik antarperguruan yang terkadang terjadi di masa lalu kini diredam melalui dialog-dialog intensif.
Kegiatan silaturahmi ke Padepokan IPSI Borang ini merupakan langkah preventif sekaligus edukatif. Dengan melihat para pemimpin tertinggi mereka duduk bersama, diharapkan para anggota di tingkat bawah (akar rumput) dapat mencontoh sikap tersebut. Upaya ini dilakukan demi menjaga keharmonisan dan nilai-nilai luhur yang menjadi pondasi utama dalam pembentukan karakter seorang pesilat.
Menjaga Warisan Budaya di Era Digital
Di bawah kepemimpinan Dr. Muhammad Taufiq, PSHT juga mulai beradaptasi dengan kemajuan teknologi tanpa meninggalkan jati diri tradisionalnya. Transformasi digital dalam pendataan anggota dan penyebaran informasi resmi menjadi salah satu agenda utama. Hal ini krusial untuk menangkal disinformasi yang sering kali memicu gesekan di media sosial.
ketua Organisasi PB PSHT Agus Susilo melalui mas Bagio mengatakan, kunjungan nya bersama rombongan ke padepokan IPSI Borang adalah bentuk silaturahmi dalam mempererat tali persaudaraan sesama insan silat, Bagio berharap mudah mudahan IPSI sumatera Selatan tambah berkualitas mampu menyalurkan atlelit atlelit yang handal sehingga mampu membanggakan Daerah bahlan Negara,
perlu di ketahui, terkait perbedaaan adanya dua kubu di organisasi PSHT mas Bagio menegaskan bahwa kami mengharapkan bersatu sesuai himbauan bapak presiden ,pungkasnya
ia juga mengatakan apabila seluruh pengurus pengurus di seluruh indonesia ingin bergabung dan menginginkan menjadi pimpinan lalu mampu membawa organisasi menjadi lebih baik saya sangat mendukung, pukasnya.
di kesempatan yang sama ketua IPSI Sumsel Drs Darlis di dampingi ketua IPSI Kota Palembang Anton Nurdin SH menyampaikan sesuai arahan PB IPSI Mereka islah menyatu jadi satu PSHT yang sudah punya tali persaudaraan selama ini terjalin, marilah kita jaga apa yang sudah menjadi keputusan pimpinan pusat.
ketua IPSI Kota Palembang Anton Nurdin SH menambahkan kami berharap tidak ada lagi perpecahan di dalam organisasi, PSHT hanya satu insyaallah kawan kawan di Palembang akan islah dan langkah kedepan semuanya menjadi keluarga besar dan insyallah kita bisa duduk bersama, tutupnya
Mengutip dari pernyataan tokoh dalam pertemuan tersebut, menjaga persaudaraan adalah tugas kolektif. Dr. Muhammad Taufiq senantiasa berpesan kepada seluruh warga PSHT agar tidak mudah terprovokasi dan selalu mengedepankan prinsip ayu hayuning bawana (memperindah keindahan dunia).
Kunjungan silaturahmi Ketua Organisasi PSHT beserta rombongan ke pusat padepokan IPSI Borang menandai babak baru dalam hubungan antarperguruan silat di Indonesia. Dengan mengedepankan dialog dan penghormatan terhadap filosofi masing-masing lembaga, diharapkan stabilitas keamanan dan kelestarian budaya dapat terus terjaga.
Sebagai penutup, peran Dr. Ir. Muhammad Taufiq, S.H., M.Sc. sebagai Ketua Umum PSHT dalam menjalin komunikasi antarlembaga ini diharapkan menjadi inspirasi bagi organisasi bela diri lainnya untuk terus mengedepankan kepentingan nasional dan persatuan di atas kepentingan kelompok.

